Semoga Bisa Membantu Anda Semua

Translate

Rabu, 24 November 2010

JENIS - JENIS TANAMAN PELINDUNG JALAN

kota adalah wilayah perkotaan yang berstatus otonom daerah otonom.
tata ruang adalah wujud struktral dan pola pemanfaatan ruang baik direncanakan maupun tidak.
      Lansekap Jalan adalah wajah dari karakter lahan atau tapak yang terbentuk pada Iingkungan jalan, baik yang terbentuk dari elemen lansekap alamiah seperti bentuk topografi lahan yang mempunyai panorama yang indah, maupun yang terbentuk dari elemen lansekap buatan manusia yang disesuaikan dengan kondisi Iahannya. Lansekap jalan ini mempunyai ciri-ciri khas karena harus disesuaikan dengan persyaratan geometrik jalan dan diperuntukkan terutama bagi kenyamanan pemakai jalan serta diusahakan untuk menciptakan Iingkungan jalan yang indah, nyaman dan memenuhi fungsi keamanan.
     Ketentuan Penyesuaian dengan persyaratan Geometrik Jalan menurut Letak Jalur Tanaman
Hal-hal yang dipersyaratkan dan perlu diperhatikan dalam perencanaan lansekap jalan agar dapat memenuhi penyesuaian dengan persyaratan geometrik jalan adalah sebagai berikut :

1. Pada jalur tanaman tepi jalan
Jalur tanaman pada daerah ini sebaiknya diletakkan di tepi jalur lalu lintas, yaitu diantara jalur lalu lintas kendaraan dan jalur pejalan kaki (trotoar).
Penentuan jenis tanaman yang akan ditanam pada jalur ini harus memenuhi kriteria teknik perletakan tanaman dan disesuaikan dengan lebar jalur tanaman.
2. Pada jalur tengah (median)
Lebar jalur median yang dapat ditanami harus mempunyai lebar minimum 0.80 meter, sedangkan lebar ideal adalah 4.00 - 6.00 meter Pemilihan jenis tanaman perlu memperhatikan tempat perletakannya terutama pada daerah persimpangan, pada daerah bukaan ("U - turn"), dan pada tempat di antara persimpangan dan daerah bukaan. Begitu pula untuk bentuk median yang ditinggikan atau median yang diturunkan.
3. Pada daerah tikungan
Pada daerah ini ada beberapa persyaratan yang harus diperhatikan dalam hal menempatkan dan memilih jenis tanaman, antara lain jarak pandang henti, panjang tikungan, dan ruang bebas samping di tikungan.
Tanaman rendah (perdu atau semak) yang berdaun padat dan berwarna terang dengan ketinggian maximal 0.80 meter sangat disarankan untuk ditempatkan pada ujung tikungan.
4. Pada daerah persimpangan
Persyaratan geometrik yang ada kaitannya dengan perencanaan
lansekap jalan ialah adanya daerah bebas pandangan yang harus terbuka agar tidak mengurangi jarak pandang pengemudi. Pada daerah ini pemilihan jenis tanaman dan perletakannya harus memperhatikan bentuk persimpangan baik persimpangan sebidang maupun persimpangan tidak sebidang.

Pemilihan Jenis Tanaman pada jalur Tanaman Tepi dan Median
1) Ketentuan untuk perletakan tanaman pada jalur tepi dan jalur tengah (median) disesuaikan dengan potongan melintang standar tergantung pada klasifikasi fungsi jalan yang bersangkutan (arteri, kolektor atau lokal).
2) Berdasarkan lingkungan di sekitar jalan yang direncanakan dan ketentuan ruang yang tersedia untuk penempatan tanaman lansekap jalan. Maka untuk menentukan pemilihan jenis tanamannya ada 2 (dua) hal lain yang perlu diperhatikan yaitu fungsi tanaman dan persyaratan penempatannya. Dari contoh-contoh berikut ini diharapkan dapat memberikan kemudahan dalam pemilihan jenis tanaman lansekap jalan, dan disarankan agar dipilih jenis tanaman khas daerah setempat, yang disukai oleh burung-burung, serta rendah evapotranspirasinya.

Berikut ini adalah beberapa tanaman yang dapat dijadikan sebagai peneduh jalan:

1. tanaman peneduh:
   - Kiara Payung (Filicium decipiens),
   - Tanjung (Mimusop elengi)
   - Angsana (Ptherocarpus indicus),
   - Mahoni (Swietenia mahagoni),
   - Biola cantik (Ficus lyrata)
   - Palem Botol (Mascarena lagenicaulis)
2. tanaman penyerap polusi udara
   - Angsana (Ptherocarpus indicus),
   - Akasia daun besar (Accasia mangium),
   - Bougenvill (Bogenvillea sp),
   - teh-tehan pangkas,
   - Oleander (Nerium oleander)
3. Tanaman Sebagai Buffer
   - Bambu (Bambussa Sp.)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar